Social → Marketplace
Traffic datang dari Instagram/TikTok milik bisnis sendiri, lalu semua transaksi diarahkan ke marketplace.
Marketplace tetap bisa dipakai untuk discovery dan trust. Website memberi bisnis kanal milik sendiri untuk customer dari sosial media, repeat buyer, katalog, checkout, dan data order.
Traffic datang dari Instagram/TikTok milik bisnis sendiri, lalu semua transaksi diarahkan ke marketplace.
Customer yang sudah pernah beli kembali menggunakan channel pihak ketiga untuk order ulang.
Ukuran, warna, stok, harga, dan detail produk masih sering dijawab satu-satu.
Catatan: website bukan pengganti wajib marketplace. Fungsinya sebagai owned channel tambahan ketika alur bisnis memang membutuhkannya.
Kita cek dulu sumber customer, channel transaksi, dan repeat order sebelum menentukan solusi.